Asal-usul dan Sejarah Tentang Tembok Cina

Tembok Besar Cina diumumkan sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia baru. Selain kokoh dan menawan, tembok tersebut ternyata berfungsi sebagai kuburan. Loh?

Konon, ribuan pekerja yang tewas dalam pembuatan tembok tersebut juga dikubur dalam bangunan tersebut. Tembok terpanjang di dunia ini dibuat selama berabad-abad, bahkan hingga 5 dinasti. Wajar saja jika ribuan orang meninggal dalam pembuatan tembok.

Tembok Cina merupakan benteng pertahanan saat Dinasti Yan, Zhao, dan Qin yang konon adalah satu-satunya bangunan di bumi yang bisa dilihat dari bulan, meski banyak yang ilmuwan yang tidak setuju.

Seperti halnya naga raksasa, Tembok Cina membentang menelusuri pegunungan, gurun, padang rumput yang membentang sepanjang 6.700 km dari timur ke barat Cina. Tingginya 8 meter. Lebar bagian atasnya 5 meter, sedangkan lebar bagian bawahnya 8 meter.

Setiap 180-270 meter dibuat semacam menara pengintai. Tinggi menara pengintai tersebut 11-12 meter. Lebih dari 2000 tahun, bangunan tersebut hingga kini masih berdiri kokoh. Tembok ini juga merupakan tembok terpanjang yang pernah dibuat oleh manusia.

Untuk membuat tembok raksasa ini, diperlukan waktu ratusan tahun di zaman berbagai kaisar. Semula, diperkirakan Qin Shi-huang yang memulai pembangunan tembok itu, namun menurut penelitian dan catatan literatur sejarah, tembok itu telah dibuat sebelum Dinasti Qin berdiri, tepatnya dibangun pertama kali pada zaman negara-negara berperang. Kaisar Qin Shi-huang meneruskan pembangunan dan pengokohan tembok yang telah dibangun sebelumnya.

Sepeninggal Qin Shi-huang, pembuatan tembok ini sempat terhenti dan baru dilanjutkan kembali di zaman Dinasti Sui, terakhir dilanjutkan lagi di zaman Dinasti Ming.

Bentuk tembok yang sekarang terlihat adalah hasil pembangunan dari Dinasti Ming. Bagian dalam tembok berisi tanah yang bercampur dengan bata dan batu-batuan. Bagian atasnya dibuat jalan utama untuk pasukan berkuda Tiongkok.

0 Response to "Asal-usul dan Sejarah Tentang Tembok Cina"

Poskan Komentar